Budak Kemunafikan

Gara-gara tidak ku turunkan pandang
Ada yang naik pitam
Sambil menuntut kesopanan
Rupa-rupanya, ia tergila-gila akan keseganan
Dia tua
Aku muda
Terus apa hubungannya
Mungkin ia keturunan ningrat
Sedang aku dari keluarga melarat
Peduli amat !

Panggung drama
Lebih cocok untuknya
Dimana semua
adalah sandiwara

Sedang aku ?
Jika tidak tulus dari hati
Untuk apa bernyanyi
Jika hanya untuk dipuji
Untuk apa ku jual diri

Terlampau sering aku
Melihat tatapan seperti itu
Merasa lebih tinggi
Juga paling layak dihormati

Padahal
Kita semua sama
Padahal
Ini hanyalah dunia
Padahal
Masih ada surga

Lihat saja lihat
Tidak peduli siapa
Saudara, kerabat atau sahabat
Biasanya orang sepertinya
jika menjabat
Dan waktunya kurang tepat
Sering ia lupa bersapa
Andai tidak kamu dulu yang menegurnya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: